Kawanindonesia.web.id— Front Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Tolikara se-Indonesia secara resmi menyampaikan tuntutan penegakan hukum dalam jumpa pers yang digelar di Manado, Sulawesi Utara, pada Kamis (15/10/2026).
Mengangkat tema “Tolikara Darurat Militer dan Kemanusiaan”, para mahasiswa secara tegas menuntut pihak kepolisian segera mengadili pelaku dugaan pembunuhan empat warga sipil di Kabupaten Tolikara.
Para mahasiswa menuntut Kapolres Tolikara segera memproses secara hukum pelaku yang terlibat dalam kematian Korona Penggu, Legion Karoba, Elki Wunungga, dan Charles Kogoya.
Mereka juga meminta Kapolda Papua segera mencopot Kapolres Tolikara dari jabatannya jika tidak segera menindaklanjuti kasus-kasus tersebut.
Selain tuntutan penegakan hukum, mahasiswa mendesak pemerintah pusat dan daerah segera menarik militer non-organik dari Distrik Telenggeme, Kembu, dan Ngudagi.
Mereka juga menolak keberadaan pos militer di kawasan pemukiman warga sipil dan meminta evakuasi warga yang terdampak konflik segera dilakukan.
Mahasiswa memperingatkan bahwa pihak terkait harus menanggapi tuntutan tersebut dengan serius. Jika tidak ada tanggapan yang memadai, Front Solidaritas akan menggelar aksi jilid kedua secara serentak di seluruh Indonesia dengan tema yang sama.(Zam)
K
