Kawanindonesia.web.id— PT Terminal Teluk Lamong (TTL) meluncurkan inovasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Lamong Cukur” pada Kamis (8/10/2026). Program ini tidak sekadar memberikan pelatihan keterampilan, tetapi langsung menciptakan lapangan kerja dan kemandirian ekonomi bagi warga sekitar wilayah operasional perusahaan.
Para peserta mengikuti pelatihan teknik mencukur pada 10–12 Agustus 2026, lalu menjalani program magang di barbershop profesional sepanjang September 2026. Kini, warga Ring 1 yang telah mengikuti rangkaian pembinaan tersebut resmi bekerja sebagai tukang cukur di Lamong Cukur. Langkah ini sekaligus melayani pengemudi truk dan pengguna jasa terminal yang ingin memanfaatkan waktu tunggu pelayanan secara lebih produktif.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan program ini dirancang agar dampaknya benar-benar terasa dan berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah bagaimana keterampilan yang diberikan dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkarya, bekerja, maupun berwirausaha secara mandiri. Kami ingin program TJSL tidak berhenti pada pelatihan, tetapi benar-benar mampu menciptakan peluang ekonomi,” ujar David.
Ke depan, TTL berencana memperluas program ini ke lokasi lain jika kebutuhan dan potensinya terus berkembang. Camat Asemrowo, Zul Chaidir, turut mengapresiasi sinergi yang terjalin antara perusahaan dan masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada PT Terminal Teluk Lamong yang selama ini telah memberikan berbagai kontribusi kepada masyarakat. Kami berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat ini dapat terus berkelanjutan,” ungkap Zul Chaidir.(Red)
