Hari Kesaktian Pancasila, Eko Gagak Kritik Pengaruh Oligarki dalam Kehidupan Bernegara

Keterangan foto: Eko Gagak menyoroti pengaruh oligarki dalam kehidupan bernegara.

kawanindonesia.web.id– Aktivis sekaligus pengamat sosial Eko Gagak mengkritik kondisi kehidupan bernegara di momentum Hari Kesaktian Pancasila.

Ia menilai pengaruh kepentingan elite dan oligarki berpotensi menggerus penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan politik dan pemerintahan.


Eko Gagak menyampaikan kritik tersebut melalui keterangan tertulis, Minggu (4/10/2026).

Menurut dia, peringatan Hari Kesaktian Pancasila seharusnya tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap praktik kehidupan berbangsa dan bernegara.


Ia menilai persoalan korupsi, kemiskinan struktural, ketimpangan sosial, serta kepentingan politik dan ekonomi menjadi sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian serius.


“Ketika korupsi dianggap biasa dan kemiskinan rakyat diabaikan, maka kita sedang meminum darah para Pahlawan Revolusi yang gugur demi tegaknya Pancasila,” ujar Eko Gagak.


Menurut Eko, nilai-nilai Pancasila seharusnya hadir dalam kebijakan dan perilaku penyelenggara negara.

Namun, ia menilai kepentingan kekuasaan dan ekonomi dapat memengaruhi proses pengambilan keputusan sehingga menjauhkan kehidupan bernegara dari semangat kerakyatan.


Ia juga menyoroti sila keempat Pancasila yang mengedepankan prinsip kerakyatan dan permusyawaratan.

Eko menilai pengaruh kepentingan elite serta oligarki menjadi tantangan dalam mewujudkan prinsip tersebut.


Selain persoalan politik, Eko Gagak menyinggung penerapan sila kelima tentang keadilan sosial.

Ia menilai ketimpangan sosial dan persoalan penegakan hukum perlu menjadi perhatian dalam upaya memperkuat keadilan bagi masyarakat.


Eko kemudian mendorong pembenahan moral dalam penyelenggaraan negara.

Ia juga menyerukan penguatan integritas penegak hukum, pengurangan pengaruh kepentingan oligarki, serta penguatan peran masyarakat dalam kehidupan demokrasi.


“Pada bagian akhir, penulisan tanpa pamrih dan bayaran ini menekankan bahwa diperlukan revolusi moralitas penegak hukum, pemangkasan gurita oligarki, serta pengembalian kedaulatan penuh ke tangan rakyat jika bangsa ini ingin selamat dari ambang kehancuran sistemik,” pungkasnya.


Eko berharap momentum Hari Kesaktian Pancasila dapat mendorong masyarakat dan penyelenggara negara melakukan refleksi terhadap penerapan nilai-nilai Pancasila.

Menurutnya, penguatan integritas dan kepentingan rakyat perlu menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan bernegara.


Pernyataan tersebut merupakan pandangan dan kritik Eko Gagak terhadap kondisi kehidupan bernegara.
(Red)

Berita Terkait