Kawanindonesia.web.id— Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menggelar seminar Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di SMAN Taruna Angkasa Madiun, Kamis (1/10/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini diikuti ratusan siswa, Guru dan Tenaga Kependidikan, serta pimpinan sekolah.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai hadir sekaligus menjadi narasumber utama. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak menyerahkan sepenuhnya kemampuan berpikir kepada kecerdasan buatan (AI). Di tengah derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi, setiap calon pemimpin tetap berpikir mandiri, memeriksa fakta, dan berlandaskan penelaahan mendalam.
“Seorang pemimpin harus memiliki pemikirannya sendiri. Harus berdasarkan pengecekan data dan telaah,” tegas Aries.
Ia menegaskan wawasan kebangsaan bukan sekadar hafalan, melainkan cara pandang terhadap Indonesia sebelum mengambil keputusan. Empat pilar kebangsaan — Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika — menjadi kompas utama bagi setiap langkah generasi muda menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat.
Aries juga menguraikan tiga kunci kepemimpinan: kemampuan memimpin diri sendiri, memimpin orang lain, serta memimpin perubahan. Siswa didorong menguasai teknologi terbaru, bahasa internasional, memanfaatkan AI secara bijak, dan membangun jejaring global, lalu membawa manfaatnya kembali ke tanah air.
Karakter kepemimpinan dibangun dari kebiasaan sehari-hari: tidak mencontek, tidak memalsukan laporan, tidak menyalahgunakan jabatan, berani mengakui kesalahan, serta berani menyampaikan kebenaran meski tidak populer. Ia mengajak siswa meneladani tokoh seperti Bung Hatta, BJ Habibie, Nelson Mandela, hingga Admiral William McRaven.
Mengacu pada laporan dunia kerja masa depan, Aries mendorong siswa memperkuat lima karakter utama atau 5C: karakter, kompetensi, keberanian, kepedulian, dan sumbangsih bagi bangsa.
Sementara itu, Direktur SDM Ditjen Potensi Ketahanan Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Raden Yoga Raharja menekankan pemuda sebagai pilar strategis pertahanan nasional. Dengan lebih dari 70 juta pemuda berusia 15–30 tahun, bonus demografi Indonesia menjadi kekuatan besar untuk menjawab ancaman multidimensi mulai dari serangan siber, disinformasi, radikalisme, krisis lingkungan, hingga ketimpangan sosial.
“Pemuda adalah kekuatan strategis bangsa yang akan menentukan masa depan pertahanan negara,” ujarnya.
Kadister Lanud Iswahjudi Kolonel Tek Ricki Armades mengajak siswa memiliki karakter “5 Siap”: siap belajar, siap disiplin, siap berkolaborasi, siap menghadapi perubahan, dan siap mengabdi. Tidak semua harus menjadi prajurit, namun setiap siswa wajib menjadi manusia yang berguna bagi bangsa.
Melalui seminar ini, Dindik Jatim memastikan keunggulan akademik dan teknologi berjalan seiring dengan wawasan kebangsaan yang kokoh, karakter yang luhur, serta semangat membela negara.
Keterangan Foto:Dindik Jatim perkuat wawasan kebangsaan dan bela negara di SMAN Taruna Angkasa Madiun; Kadindik Aries ingatkan siswa tetap berpikir mandiri di tengah era AI, 1 Oktober 2026.
