Terminal Teluk Lamong Penuhi Ketaatan Lingkungan dalam Verifikasi PROPER 2025-2026

Keterangan foto: Terminal Teluk Lamong memperkuat program Green Port melalui pengelolaan lingkungan berkelanjutan.


Kawanindonesia.web.id — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menunjukkan komitmennya dalam menjaga kepatuhan terhadap regulasi lingkungan melalui evaluasi dan verifikasi teknis Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) periode 2025–2026.


TTL menjalani evaluasi dan verifikasi bersama Tim Evaluator Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) pada awal September 2026.

Tim melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan lingkungan di kawasan operasional terminal.


Verifikasi tersebut mencakup empat aspek utama, yakni pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), serta pengelolaan sampah domestik.


Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, menegaskan bahwa TTL mengikuti PROPER sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan operasional pelabuhan secara berkelanjutan.


“Bagi manajemen TTL, pengelolaan lingkungan dan operasional pelabuhan harus berjalan beriringan.

Komitmen ini kami buktikan melalui penyediaan infrastruktur lingkungan yang andal, mulai dari fasilitas pengolahan air limbah hingga penggunaan peralatan operasional berbasis listrik (eco-power) guna menekan emisi karbon secara signifikan,” ujar Syukur, Kamis (24/9/2026).


Kelola Limbah Secara Digital
Dalam verifikasi tersebut, TTL menunjukkan sejumlah langkah pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan di kawasan terminal.


Perusahaan mengelola limbah B3 secara digital menggunakan Festronik.

TTL juga mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik yang dilengkapi flowmeter untuk mendukung pengawasan terhadap proses pengolahan air limbah.


Selain itu, TTL mengelola Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah non-B3 dengan izin resmi.


Perusahaan juga menjalankan program pengurangan sampah domestik melalui digitalisasi perkantoran tanpa kertas atau paperless serta pengomposan mandiri.


Program tersebut mampu mencapai reduksi sampah domestik sebesar 71,86 persen.
Pantau Kualitas Air, Udara dan Kebisingan TTL secara berkala memantau kondisi lingkungan di sekitar kawasan operasionalnya.

Perusahaan melakukan pemantauan kualitas air laut pada 11 titik.


Selain itu, TTL memantau kualitas udara ambien dan kebisingan pada tujuh titik di sekitar terminal dan kawasan permukiman warga.


Pemantauan tersebut membantu perusahaan mengevaluasi dampak kegiatan operasional sekaligus menjaga pengelolaan lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku.


Upaya tersebut juga mendukung penerapan konsep Green and Smart Port yang dikembangkan TTL secara berkelanjutan.


Perkuat Konsep Green Port
TTL terus mengembangkan inovasi ramah lingkungan untuk mendukung efisiensi operasional sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan.


Penggunaan peralatan operasional berbasis listrik atau eco-power menjadi salah satu langkah perusahaan dalam menekan emisi karbon.

Upaya tersebut sejalan dengan dukungan terhadap pencapaian target Net Zero Emission (NZE) sektor kepelabuhanan.


Ketua Tim Verifikasi KLH/BPLH, Teguh Irawan, mengapresiasi keterbukaan manajemen TTL selama proses evaluasi.


“Kami sangat menghargai kolaborasi dan keterbukaan dari manajemen TTL.

Kami optimistis implementasi pengelolaan lingkungan di area TTL akan membuahkan hasil yang maksimal,” ujar Teguh.


Melalui verifikasi PROPER periode 2025–2026, TTL terus memperkuat sistem pengelolaan lingkungan dan mempertahankan kepatuhan terhadap regulasi.


Berbagai program tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk mengembangkan terminal yang lebih ramah lingkungan serta mendukung penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional kepelabuhanan.(Red)


Berita Terkait