Kawanindonesia.web.id— Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, meminta Bupati Bireuen mengevaluasi kinerja Camat Peudada.
HUDA menyampaikan desakan tersebut setelah menunggu sekitar enam bulan tanpa memperoleh respons dan tindak lanjut yang jelas terhadap surat rekomendasi yang mereka ajukan.
Hingga Kamis (24/9/2026), HUDA Peudada menyebut pihak kecamatan belum memberikan jawaban konkret atas rekomendasi yang berkaitan dengan sejumlah persoalan masyarakat, keamanan, ketertiban, dan kemaslahatan umat di wilayah Kecamatan Peudada.
Perwakilan tokoh masyarakat menilai pemerintah kecamatan perlu meningkatkan respons terhadap aspirasi warga.
Mereka berharap camat mampu mengambil langkah nyata dan membangun komunikasi dengan masyarakat serta tokoh agama.
“Kalau memang camat hadir di sini hanya sebagai pelengkap administrasi saja, mending Bupati menunjuk figur lain yang segera mampu bekerja, mendengar aspirasi masyarakat Peudada, serta menindaklanjutinya.
Masyarakat Peudada butuh perhatian serius dan kemajuan dari segala bidang,” tegas perwakilan tokoh masyarakat setempat.
Rekomendasi Berawal dari Silaturahmi Alumni Dayah
HUDA Peudada merumuskan sejumlah rekomendasi dalam forum Silaturahmi Alumni Dayah Sekecamatan Peudada yang berlangsung di Aula Kantor Camat Peudada pada Kamis, 21 Mei 2026.
Forum tersebut dihadiri pengurus inti HUDA Kecamatan Peudada, di antaranya Ketua Tgk. Rusli Ismail, S.Pd.I., Sekretaris Tgk. Haryadi, S.Pd.I., M.Pd., serta Dewan Mutasyar Tgk. H. Kamaruzzaman dan Tgk. Fauzi ABD.
Melalui forum itu, HUDA menyampaikan sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah kecamatan dan unsur terkait.
Namun, setelah enam bulan, HUDA menilai rekomendasi tersebut belum mendapatkan tindak lanjut yang sesuai harapan.
Kondisi itu kemudian mendorong tokoh masyarakat dan ulama meminta pemerintah daerah mengevaluasi kinerja Camat Peudada.
Soroti Keamanan dan Ketertiban Remaja
Salah satu rekomendasi HUDA berkaitan dengan keamanan masyarakat.
HUDA mendorong pemerintah dan aparat terkait meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas remaja pada malam hari untuk mencegah berbagai tindakan kriminal yang meresahkan warga.
HUDA juga menyoroti potensi aksi pembegalan di wilayah Peudada. Mereka meminta unsur terkait memperkuat langkah pencegahan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman.
Selain persoalan keamanan, HUDA mendorong pemerintah memperhatikan aktivitas di warung kopi.
Mereka meminta pemilik warung ikut mencegah kegiatan yang dinilai bertentangan dengan syariat Islam, termasuk judi online dan permainan tertentu.
HUDA juga meminta pengelola fasilitas Wi-Fi memperhatikan penggunaan internet oleh pelajar.
Mereka mendorong pembatasan akses anak usia sekolah terhadap gawai pada jam belajar, baik pada pagi maupun malam hari.
Dorong Pengawasan Narkoba
HUDA Peudada turut meminta pemerintah bersama aparat terkait memperketat pengawasan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Menurut HUDA, langkah tersebut penting untuk menjaga generasi muda dan menciptakan lingkungan masyarakat yang aman.
Selain itu, HUDA meminta pemerintah melibatkan ulama dan lembaga HUDA dalam setiap musyawarah yang berkaitan dengan kemaslahatan umat dan pembangunan masyarakat Peudada.
Surat Ditembuskan kepada Unsur Muspika
HUDA Peudada tidak hanya menyampaikan rekomendasi kepada pihak kecamatan.
Mereka juga menembuskan surat tersebut kepada sejumlah unsur Muspika, yakni Kapolsek Peudada, Danramil Peudada, dan Kantor Urusan Agama (KUA) Peudada.
HUDA berharap koordinasi lintas sektor dapat mempercepat penanganan berbagai persoalan yang mereka sampaikan.
Namun, HUDA menilai belum adanya respons konkret dari Camat Peudada selama sekitar enam bulan perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.
Karena itu, HUDA Peudada meminta Bupati Bireuen melakukan evaluasi terhadap kinerja Camat Peudada.
Mereka berharap pemerintah daerah memastikan aspirasi masyarakat dan rekomendasi tokoh agama mendapat perhatian serta tindak lanjut yang jelas.(Kontributor c)
