Kawanindonesia.web.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Surabaya di Porong terus didorong meningkatkan standar pengelolaan dapur untuk memperkuat pelayanan makanan bagi warga binaan.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur Heri Azhari menargetkan dapur Lapas Surabaya mampu memenuhi standar bersih, sehat, dan higienis.
Heri menyampaikan target tersebut saat melakukan inspeksi mendadak di Lapas Surabaya, Porong, Selasa (10/9/2024).
Dalam kunjungan itu, ia langsung meninjau dapur yang setiap hari menyiapkan makanan bagi ribuan narapidana.Heri datang bersama Kabid Pembinaan Arimin dan Kepala KPLP Wahyu Trah Utomo.
Ketiganya memeriksa kondisi dapur sekaligus melihat proses pelayanan makanan bagi warga binaan.
Menurut Heri, pengelolaan makanan memiliki posisi penting dalam pelayanan pemasyarakatan.
Karena itu, petugas harus menjaga kebersihan dapur dan memastikan setiap tahapan pengolahan makanan mengikuti standar operasional prosedur (SOP).
“Karena makanan dan minuman yang kita sajikan kepada warga binaan menjadi pangkal dari segala pelayanan-pelayanan yang lain,” ujar Heri.
Hasil pemeriksaan menunjukkan dapur Lapas Surabaya berada dalam kondisi relatif bersih. Meski demikian, Heri menemukan sejumlah aspek yang masih dapat ditingkatkan untuk memenuhi standar pelayanan yang lebih baik.
“Kami melihat kondisi dapur di Lapas Surabaya relatif bersih, namun saya melihat ada beberapa aspek yang bisa ditingkatkan lagi,” katanya.
Heri meminta pengelola tidak berhenti pada kondisi dapur yang sudah bersih.
Ia mendorong Lapas Surabaya melakukan perbaikan secara berkelanjutan untuk menjawab tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemasyarakatan.
Ia juga menargetkan dapur Lapas I Surabaya menjadi salah satu contoh bagi lapas lain di Jawa Timur.
Pengelola harus membangun sistem pengelolaan dapur yang mampu menjaga kebersihan, kesehatan, dan higienitas makanan.
“Kami targetkan dapur di Lapas I Surabaya ini bisa jadi contoh bagi lapas-lapas lain di Jawa Timur, salah satunya harus dapat predikat dapur bersih, sehat dan higienis,” jelasnya.
Selain kondisi dapur, Heri menyoroti alur penyajian makanan.
Ia meminta petugas memperbaiki proses pelayanan mulai dari memasak hingga menempatkan makanan sebelum membagikannya kepada warga binaan.Petugas harus menjalankan setiap tahapan sesuai SOP.
Pengelola juga perlu mengawasi proses tersebut secara konsisten agar makanan tetap dalam kondisi layak dan bersih ketika diterima warga binaan.
“Kita juga harus pastikan seluruh warga binaan mendapatkan makanan yang layak dan bersih,” tegas Heri.
Heri menilai pengelolaan dapur yang baik dapat mendukung efisiensi dan keamanan penyediaan makanan di lingkungan lapas.
Dapur menjadi pusat aktivitas yang harus mendapat perhatian karena petugas menyiapkan makanan dalam jumlah besar setiap hari.
Karena itu, Lapas Surabaya perlu mengoptimalkan kebersihan fasilitas, menata alur kerja, dan memastikan petugas menerapkan SOP secara konsisten.
Langkah tersebut dapat membantu menjaga kualitas pelayanan makanan bagi seluruh warga binaan.
Target dapur sehat juga diharapkan tidak hanya memberikan dampak bagi Lapas Surabaya.
Jika berhasil memenuhi standar yang ditetapkan, pengelolaan dapur tersebut dapat menjadi rujukan bagi lapas lain di Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas pelayanan makanan.
Melalui penguatan kebersihan dan penerapan SOP, Lapas Surabaya didorong memberikan pelayanan makanan yang lebih layak, bersih, aman, dan sesuai standar bagi warga binaan.(Red)
