Kapolresta Sidoarjo Cek Santri Ponpes Manbaul Hikam, 420 Orang Sudah Pulang

Kawanindonesia.web.id – Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing bersama Bupati Sidoarjo mengecek kondisi santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Putat, Kecamatan Tanggulangin, yang mengalami gangguan kesehatan.

Dari total 505 santri yang sempat mendapat penanganan medis, sebanyak 420 orang sudah diperbolehkan pulang.


Kombes Pol Christian Tobing mengunjungi sejumlah rumah sakit tempat para santri menjalani perawatan, di antaranya RSUD R.T. Notopuro dan RSI Siti Hajar.

Ia memastikan tenaga medis memberikan penanganan secara cepat dan maksimal.


Kapolresta Sidoarjo juga berkomunikasi langsung dengan para santri yang masih menjalani perawatan.

Ia memberikan dukungan kepada mereka serta meminta orang tua tetap tenang selama proses pemulihan.


“Semoga segera pulih dan sehat kembali. Kami pastikan aman dan tim medis telah melakukan penanganan secara maksimal,” kata Christian.


Selain mengecek kondisi santri, Polresta Sidoarjo bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pihak terkait terus melakukan penanganan.

Polisi juga memastikan pengamanan berjalan sejak proses evakuasi santri dari pondok pesantren hingga mereka tiba di rumah sakit.


Kasi Humas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono mengatakan kondisi kesehatan sebagian besar santri terus membaik.

Hingga pukul 09.00 waktu setempat, 420 santri sudah mendapat izin pulang.


“Ada 420 orang dari total 505 santri telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit seiring membaiknya kondisi kesehatan mereka.

Sementara yang masih dalam perawatan di rumah sakit ada 65 orang dan observasi 20 orang,” ujar AKP Novi.


Sementara itu, polisi bersama dinas terkait masih menyelidiki penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri.

Petugas juga melakukan pengujian terhadap sampel makanan melalui laboratorium dinas terkait.


Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para santri.

Polisi belum menyimpulkan penyebab sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.


AKP Novi mengimbau masyarakat dan keluarga santri tidak membuat atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.


“Kami imbau masyarakat dan pihak keluarga santri mohon tidak membuat maupun menyebarkan informasi yang berlebihan dan belum tentu kebenarannya,” pungkasnya.


Perjelas Kronologi Gangguan Kesehatan Santri
Ringkas Informasi Penanganan Santri(maya)

Berita Terkait