Usai Nonton Bareng Film Pesta Babi, Pegiat Literasi Papua Bagikan Buku Karya Anak Papua

Kawanindonesia.web.id– Kegiatan nonton bareng film dokumenter Pesta Babi di Terminal Tiom-Wamena, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.

Tidak hanya menjadi ajang hiburan dan diskusi publik, tetapi juga momentum untuk memperkuat budaya literasi di kalangan masyarakat Papua.

Usai pemutaran film, pegiat literasi Papua, Angginak Sepi Wanimbo, membagikan dua buku karya anak Papua kepada sejumlah tokoh masyarakat dan peserta yang hadir.

Acara yang berlangsung pada 10 Juni 2026 itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Sekitar 500 warga hadir untuk menyaksikan film dokumenter tersebut sekaligus mengikuti diskusi panel yang menghadirkan tokoh muda Papua, Angginak Sepi Wanimbo dan Yefta Lengka, sebagai narasumber.

Sebelum pemutaran film dimulai, kedua narasumber mengajak masyarakat untuk lebih memahami sejarah, menjaga tanah adat, serta memperkuat persatuan masyarakat Papua.

Mereka menekankan pentingnya pendidikan dan literasi sebagai fondasi utama dalam membangun masa depan generasi muda Papua.

Dalam pemaparannya, Angginak Sepi Wanimbo mengajak masyarakat untuk menjaga kekayaan alam Papua serta memperkuat kesadaran kolektif dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Menurutnya, pendidikan yang berkualitas menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi daerahnya.

“Generasi muda harus belajar, memahami sejarah, dan mempersiapkan diri melalui pendidikan yang baik.

Masa depan Papua akan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya,” ujar Wanimbo.

Sementara itu, Yefta Lengka menyoroti berbagai tantangan sosial yang masih dihadapi masyarakat Papua.

Ia mengajak masyarakat untuk terus memperjuangkan nilai-nilai keadilan, perdamaian, dan kesejahteraan melalui jalur pendidikan serta dialog yang konstruktif.

Setelah sesi diskusi dan pemutaran film selesai, Angginak Sepi Wanimbo menyerahkan dua buku karya anak Papua kepada sejumlah tokoh yang hadir.

Buku pertama berjudul “Tanah Kami Masa Depan Kami” yang ditulis oleh Angginak Sepi Wanimbo sendiri.

Buku kedua berjudul “Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik di Tanah Papua” karya Gembala Socratez Sofyan Yoman.

Penyerahan buku tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan budaya membaca dan pengembangan wawasan masyarakat Papua, khususnya generasi muda.

Wanimbo berharap buku-buku tersebut dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus referensi bagi masyarakat dalam memahami berbagai persoalan dan potensi yang dimiliki Papua.

Ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan harus digunakan untuk membangun kehidupan masyarakat, melindungi lingkungan, serta menjaga masa depan generasi Papua.

“Ilmu yang dimiliki harus menjadi alat untuk menyelamatkan manusia, menjaga hutan, melindungi tanah adat, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Papua,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, tokoh gereja, tokoh pemuda, dan perwakilan pemerintah daerah.

Di antaranya Maikel Allom, Auluk Kogoya, Vinsen Yigibalom, serta sejumlah tokoh lainnya yang memberikan dukungan terhadap kegiatan literasi dan pendidikan di wilayah Lanny Jaya.

Melalui kegiatan nonton bareng film dan pembagian buku karya anak Papua tersebut, para penyelenggara berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya pendidikan,

literasi, dan persatuan sebagai modal utama dalam membangun Papua yang maju, damai, dan sejahtera.

Semangat literasi yang ditunjukkan dalam kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mendorong lahirnya generasi Papua yang berpengetahuan, berkarakter, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan .(Kontributor war)

Berita Terkait