Keterangan foto:Deretan skandal korupsi pejabat tinggi picu turunnya indeks persepsi korupsi Indonesia.
Kawanindonesia. Id – Indeks Persepsi Korupsi (CPI) Indonesia mengalami penurunan tajam pada 2025. Laporan yang dirilis Transparency International pada Februari 2026 mencatat skor Indonesia turun ke angka 34.
Penurunan ini menyeret posisi Indonesia ke peringkat 109 dunia dan memperkuat sinyal krisis integritas di level pemerintahan.
Penurunan skor tersebut terjadi di tengah rentetan kasus korupsi yang menjerat sejumlah pejabat tinggi negara,
termasuk para menteri di era pemerintahan Joko Widodo. Publik menilai skandal yang terus bermunculan menunjukkan lemahnya sistem pengawasan serta belum optimalnya upaya pencegahan korupsi.
Aparat penegak hukum, khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terus mengusut berbagai kasus besar yang melibatkan elite kabinet.
Hingga awal 2026, sedikitnya delapan menteri terseret perkara korupsi, menjadikannya catatan terburuk sepanjang era reformasi.
Salah satu kasus yang menjadi sorotan publik adalah dugaan korupsi proyek digitalisasi pendidikan yang menyeret nama Nadiem Makarim.
Dalam perkara ini, negara diduga mengalami kerugian hingga triliunan rupiah.
Proses persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta kini menjadi perhatian luas karena menyangkut sektor pendidikan nasional.
Di sisi lain, KPK juga menahan Yaqut Cholil Qoumas terkait dugaan suap pengalihan kuota haji.
Kasus ini memicu reaksi keras masyarakat karena menyentuh aspek ibadah dan hak dasar warga negara.
Sebelumnya, sejumlah mantan menteri telah lebih dulu divonis atau diproses hukum.
Johnny G. Plate terjerat kasus proyek BTS 4G, Syahrul Yasin Limpo tersandung dugaan pemerasan jabatan,
Dan Juliari Batubara terbukti mengorupsi dana bantuan sosial saat pandemi.
Rentetan kasus tersebut memperlihatkan pola penyalahgunaan kewenangan yang berulang.
Pengamat menilai pemerintah perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal
serta memperkuat transparansi dalam pengelolaan anggaran negara.
Penurunan skor CPI ini juga berdampak pada citra Indonesia di mata internasional.
Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara bahkan mencatat skor yang lebih baik,
sehingga memperlebar kesenjangan dalam hal tata kelola pemerintahan yang bersih.
Pemerintah kini menghadapi tantangan besar untuk memulihkan kepercayaan publik. Langkah konkret,
mulai dari reformasi birokrasi hingga penegakan hukum yang tegas dan konsisten,
menjadi kunci untuk keluar dari tekanan krisis korupsi yang semakin dalam.(Red)
