Heti Palestina Yunani Pimpin Dewan Kebudayaan Surabaya, Probo Darono Yakti Jadi Sekretaris

Keterangan foto:Heti Palestina Yunani memimpin rapat Dewan Kebudayaan Surabaya di Gedung Siola, Surabaya.

Kawanindonesia.– Heti Palestina Yunani resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Kebudayaan Surabaya (DKS) melalui voting terbuka dalam rapat penyusunan struktur kepengurusan di ruang Dinas Kebudayaan,

“Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Gedung Siola, Jalan Tunjungan.

Probo Darono Yakti ditunjuk sebagai sekretaris.


Pemilihan ketua berlangsung dinamis. Empat kandidat diusulkan: Heti Palestina Yunani, Heri “Lentho” Prasetyo, Probo Darono Yakti, dan Heroe Boediarto.

Pada putaran awal, Heti dan Heri Lentho sama-sama memperoleh lima suara.

Heti, yang mengikuti rapat melalui Zoom dari kapal dalam perjalanan pulang dari Ambon,

akhirnya menggunakan hak suaranya sendiri untuk menentukan kemenangan.


“Secara pribadi, saya tidak menyangka akan menerima tugas ini. Posisi ini lebih bersifat koordinatif, bukan persaingan kekuasaan,” ujar Heti, alumni Fakultas Antropologi Universitas Airlangga.


13 Anggota Terpilih dari 114 Pendaftar
Pemungutan suara dilakukan oleh 13 anggota pengurus yang lolos fit and proper test.

Nama-nama tersebut antara lain:

Achmad Zaki Yamani, Bagus Heri Setiadji, Dhany Nartawan, Hery ‘Lentho’ Prasetyo, Heroe Boediarto,

Heti Palestina Yunani, Jarmani, Probo Darono Yakti, Ris Handono, Rojil Nugroho Bayu Aji, Rokim Dakas, Sekar Alit Santya Putri, dan Yogi Ishabib.


Menuju Transformasi Kebudayaan Surabaya
Heti menekankan DKS yang baru akan menjadi mitra strategis wali kota dalam merumuskan kebijakan kebudayaan.

Lembaga ini memiliki fungsi pengawasan, pemantauan, dan evaluasi,

namun tidak menyelenggarakan kegiatan secara langsung sehingga struktur organisasi tidak mencakup bendahara maupun dana hibah.


“DKS diharapkan menjadi ruang koordinasi strategis antara pemerintah, komunitas pekerja seni, dan kreatif di Surabaya,” kata Heti.


Struktur DKS kini terdiri atas ketua, sekretaris, serta bidang kuratorial dan kebijakan, fokus pada perumusan kebijakan dan pemberdayaan komunitas kreatif di kota.(Geg)

Berita Terkait